Komparasi Honda HR V 1.800 cc VS Mitsubishi Outlander Sport di Indonesia

video: https://www.youtube.com/watch?v=oeOX8sN1SYY

Kenyamanan

Gaya lebih dewasa terlihat dari ke cara Outlander Sport menyajikan kenyamanan berkendara bagi penumpang. Tenaga mesin yang tersalur halus membuat ritme gerakan tubuh saat mobil bergerak terasa lebih halus dan nyaman.

Semakin menenangkan berkat setelan suspensi yang terasa nyaman di tubuh. Redamannya lebih halus dan kompeten ketimbang HR-V yang lebih keras. Wheelbase lebih panjang membantu gerakan tubuhnya lebih santai. Terasa bedanya saat menapak lubang atau tonjolan seperti speedtrap. Karakter redaman HR-V mirip kakaknya, CR-V yang satu kelas dengan Outlander Sport.

Namun dari segi akomodasi HR-V berhasil meng­akali keterbatasan ruang akibat desainnya yang cenderung menyudut tajam. Buktinya, ruang kaki belakang HR-V lebih lega dari Outlander Sport. Sementara posisi duduk sama rileksnya lantaran sandaran bangku kedua kontestan dapat sedikit direbahkan.

Bahkan untuk ruang kepala yang tadinya sempat membuat kami pesimis. Ternyata Honda mengakali dengan membuat lekukan di plafon tepat di atas headrest bangku tengah sehingga menambah celah antara kepala dan atap ketika diduduki. Strategi melegakan kabin HR-V juga berbuah manis di bagasi yang lapang. Alasnya juga rata saat bangku tengah dilipat ke depan.

Fun to Drive

Sektor ini cukup memberi kami kesulitan karena baik HR-V 1.8 dan Outlander Sport berhasil menghadirkan fun to drive istimewa. Meski begitu, keduanya tetap punya karakter fun yang berbeda.

Honda HR-V 1.8 punya handling presisi. Manuvernya terhitung tajam untuk ukuran SUV berkaki tinggi. Benar bahwa bantingannya terasa kaku, tapi itu berkonsekuensi positif pada stabilitas. Paddle-shift di balik kemudi dan mode S di tuas perseneling selalu siap sedia melayani gaya mengemudi agresif. Tambahan lagi, bobot setir lebih ringan dari Outlander Sport membuatnya terasa lebih lincah saat meliuk di lalu-lintas nan padat.

Sementara Mitsubishi Outlander Sport merupakan sepupu langsung jagoan reli, Lancer Evolution. Berbagi sasis dengan Lancer membuat pengendaliannya sangat tajam. Jika HR-V 1.8 masih terasa keras, Outlander Sport tetap empuk meski handling terasa impresif. Di kecepatan tinggi ia tetap mampu menikung ekstrem dengan lebih tenang. Namun posisi duduknya yang lebih tinggi tidak sedinamis HR-V 1.8 yang bagai menyatu dengan bangku.

Satu hal yang pasti, paddle-shift pada Outlander Sport berukuran lebih besar dan lebih terasa sporti. Kenyataan ini seperti terus mengundang rasa fun karena Anda bagai membawa mobil reli.

Value for Money

Outlander Sport PX lebih murah Rp 14 juta dari HR-V 1.8 berwarna White Orchid Pearl ini. Cukup menggoda mengingat segmen Outlander Sport yang satu tingkat di atas HR-V. Selain itu, mesin Outlander Sport pun lebih besar sekitar 200 cc dari HR-V. Memang selisihnya kecil, tapi cukup menaikkan gengsi pemiliknya.

Selain itu, Outlander Sport juga telah dilengkapi kamera parkir. Serta pilihan mode M (manual) pada transmisi bagi Anda yang ingin memindahkan transmisi sepenuhnya manual. Ya, transmisi tidak akan berpindah sendiri walau putaran mesin sudah mencapai redline.

Sayang hanya itu kelebihan Outlander Sport. Selebihnya, apa yang diimpikan jagoan Mitsubishi tersebut ada pada HR-V 1.8. Seperti lampu Xenon yang disetarakan oleh LED proyektor di HR-V 1.8. Atau keduanya memiliki panoramic roof. Mode manual pada transmisi Outlander Sport diimbangi oleh mode Sport (S) pada HR-V 1.8 yang juga sama-sama dilengkapi dengan tuas paddle-shift. Bahkan, HR-V 1.8 memiliki tambahan airbags samping, di mana Outlander Sport hanya dual airbags di depan. Berikutnya rem parkir elektris, cruise control, dan Hill Start Assist yang hanya ada di HR-V 1.8. Keunggulan fitur tersebut membuat selisih harga Rp 14 juta terasa wajar.

sumber: http://test.autobild.co.id/read/2015/05/14/13276/48/14/HR-V-vs-Outlander-Sport-Kenyamanan-Fun-to-Drive-Value-for-Money

Open chat